Jl. Masuk Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Email : gumenostudyclub@gmail.com Phone : 031-83820040

08 September 2009

Kolak Ayam Desa Gumeno

A. Sejarah Berdirinya Masjid Gumeno

Asal kata Gumeno berasal dari Bahasa Arab Qumna yang artinya golonganku. Menurut riwayat lain dari Bahasa Jawa Digegem Ga Ono yang artinya dipegang tidak ada. Sebenarnya ada sebuah buku yang menceritakan tentang Gumeno.


Di malam Jum’at Sunan Dalem bermimpi bertemu ayahnya serta dikatakan bahwa jika Adipati Sengguruh hendak mendatangi Giri sebaiknya menyingkirlah kamu beserta keluarga dan pegawalmu semua. Pada saat Adipati Sengguruh sampai di Giri, Sunan Dalem telah mengungsi ke Dusun Gumeno.

Sunan Dalem mengungsi ke Gumeno dikarenakan juga sudah mendapat kabar bahwa di Gumeno ada pemuda sakti mandraguna yang bernama Kidang Palih (Macan gedhe yang sakti). Menurut suatu riwayat Kidang Palih juga kebal terhadap berbagai senjata tajam seperti; pedang, tombak, keris dan sebagainya. Akan tetapi setiap kekuatan pasti punya pengapesan/kelemahan dan kekuatan Kidang Palih akan hilang jika Wulu Sumbu-nya (bulu di jempol kaki) dicabut pada malam Jum’at Legi.

Karena pada saat itu belum ada masjid untuk melaksanakan sholat jum’at, maka Sunan Dalem mendirikan masjid yang kemudian kita kenal saat ini dengan nama Masjid Jami’ Sunan Dalem. Masjid tersebut didirikan tepat 1461 S / 1539 M / 946 H. Dengan kekaromahan Sunan Dalem maka masjid tersebut dibangun dengan cepat (menurut satu riwayat tidak lebih dari 1 malam).

Kondisi awal masjid di Dusun Gumeno (Masjid Jami’ Sunan Dalem) yang didirikan oleh Sunan Dalem adalah sebagai berikut; Puncak tiangnya yaitu 21 kaki, tiang penanggap pancang 12 kaki dan tiang pelebaran cuma 5 kaki.
Pada mulanya tidak banyak penduduk di sekitar masjid. Mereka berdatangan dari Sipunar dan Tanggulrejo karena melihat sinar yang tiba-tiba terpancar dari Masjid Gumeno tersebut. Mereka semua kaget karena sebelumnya tidak ada masjid di tempat itu.
Beberapa peninggalan Sunan Dalem yang sampai saat ini masih ada, diantaranya:
1. Menara masjid, konon berasal dari tanah liat asli
2. Mimbar, merupakan hadiah dari Sunan Prapen
3. Tongkat untuk khatib yang didalamnya berisi tombak
4. Dua buah rekan (tempat untuk membaca Alquran)
5. Dua buah tangga bambu
6. Kolam di sebelah timur masjid

B. Asal Mula Kolak Ayam

1. Riwayat pertama
Suatu Ketika Sunan Dalem agak merasa kurang sehat badannya. Kemudian beliau memerintahkan kepada masyarakat agar mengusahakan obat supaya sakit beliau bisa sembuh.
Setelah sebagian penduduk mencarikan obat kesana kemari, mereka tidak dapat menemukan obat atau orang yang bisa menyembuhkan Sunan Dalem. Di tengah kebingungan masyarakat tersebut, Sunan Dalem mendapat petujuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago dengan syarat masih berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid. Setelah penduduk mendengar perintah beliau, maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten dan bawang daun. Setelah memakan Kolak Ayam atau Sanggring akhirnya Sunan Dalem diberi kesembuhan oleh Allah.


2. Riwayat kedua
Pada waktu penduduk Gumeno bergotong-royong dalam pembuatan kolam di sebelah timur masjid, Sunan Dalem memerintahkan membuat Kolak Ayam yang menurut beliau dapat digunakan sebagai jamu untuk mengganti tenaga para penduduk yang telah bekerja membuat kolam tersebut. Karena penduduk yang membantu pembuatan kolam tersebut cukup banyak, beliau takut daging ayam yang dipakai tidak cukup sehingga beliau memerintahkan untuk menyuwar-nyuwir daging ayam tersebut. Asal mula kata Kolak Ayam berasal dari Kholaqul Ayyam (mencari berhari-hari). Sunan Dalem mencari nama untuk jamu tersebut, tetapi karena telah berhari-hari belum menemukan nama yang cocok akhirnya lama kelamaan dinamakan dengan nama tersebut.
Proses memasak Kolak Ayam pertama kali pada masa Sunan Dalem tersebut terjadi tepat pada tanggal 22 Ramadlan tepatnya di Tahun 1451 M

Memasak Kolak Ayam :
Komposisi bumbu (untuk ayam 1 ekor) :
  • 2 kg bawang daun
  • 2 kg gula merah (gula jawa)
  • 1 ons jinten
  • 2 buah kelapa

Cara Memasak:
Gula merah dimasak sampai kental kemudian disaring. Ayam kampung dimasak kemudian disuwir-suwir (hanya diambil dagingnya). Kelapa diparut lalu diambil santannya. Jinten digoreng tanpa minyak lalu dihaluskan dengan cara ditumbuk supaya rasa dan keharumannya tidak hilang. Bawang daun dipotong-potong (+ 3 cm).
Ayam kampung yang telah disuwir-suwir dicampur dengan potongan bawang daun lalu dimasak dengan air di dalam kuali besar dan menggunakan perapian dari kayu bakar. Lalu santan kelapa dimasukkan ke dalam kuali tersebut. Setelah mendidih adonan gula merah dimasukkan. Sebagai penyedap, jinten yang sudah dihaluskan dimasukkan ke dalam masakan kolak tersebut. Jumlah dan kualitas jinten akan sangat mempengaruhi rasa dan aroma masakan sehingga semakin banyak dan semakin bagus kualitas jinten, maka kolak tersebut akan semakin enak. Kolak ayam tersebut dapat dinikmati bersama nasi ketan.
Semua proses tersebut semua dilakukan oleh laki-laki.


Foto Lengkap Kolak Ayam dapat di lihat

di sini

Read More...

23 Juni 2009

Langkah - Langkah Belajar Fisika

Setelah anda berhasil menyumbat kesalahpahaman anda terhadap fisika, marilah kita membahas langkah-langkah untuk belajar fisika. Belajar dalam arti sesungguhnya, bukan hanya bertujuan lulus ujian saja.

1. Ingatlah konsep atau hukum fisika berdasarkan ceritanya, bukan rumusnya
Seperti cerita dalam buku atau film, kita dengan mudah mengingatnya tanpa usaha yang berarti. Pada dasarnya manusia menyukai cerita, otak kita amat mahir dalam mengingat cerita. Oleh sebab itu jika anda tahu persis jalan cerita sebuah konsep fisika, anda akan mengingatnya dengan mudah, termasuk rumus-rumus matematik yang dipergunakanya. Kemudian kaitkan konsep ini dengan pengalaman anda sendiri tentang perisitiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mantap.

2. Kuasai bahasa pokok fisika : matematika
Matematika diperlukan sebagai alat untuk melakukan analisa dalam fisika. Anda harus tahu cara kerja sebuah alat sebelum menggunakannya mengerjakan sesuatu. Pada tingkat dasar, anda perlu tahu tentang : aljabar, kalkulus (turunan dan integral), dan vektor. Jika anda belum menguasainya, anda akan berjalan di tempat, anda tidak akan ke mana mana dalam fisika.

3. Analisalah soal fisika berdasarkan ceritanya, bukan angka-angkanya
Soal fisika juga memiliki jalan cerita. Cocokkan ceritanya ini dengan cerita yang anda ingat dalam konsep-konsep yang sudah anda pelajari. Jika anda menemukan alur cerita yang mirip dengan soal itu, maka anda telah menemukan konsep yang akan dipakai untuk memecahkan permasalahannya. Soal adalah ajang latihan bagi logika anda dan memperkuat pemahaman anda tentang sebuah konsep dalam fisika.

4. Carilah arti fisis hasil perhitungan atau penurunan rumus fisika
Hasil perhitungan atau penurunan rumus fisika bukanlah sekedar bilangan atau symbol-simbol belaka. Mereka juga menyimpan pengertian fisis seperti konsep-konsep yang dipakai untuk menghasilkannya. Tanpa interpretasi fisis, tidak ada gunanya kita bergelut dengan matematik perhitungannya. Umpan balik yang diberikan oleh hasil perhitungan ini amat konstruktif bagi penguasaan fisika anda.

5. Sintesiskan konsep yang sedang anda pelajari dengan konsep-konsep yang sudah anda pelajari sebelumnya
Dengan melakukan sintesa, anda akan mengetahui penerapan konsep yang sedang anda pelajari beserta kemungkinan-kemungkinannya yang lain. Di sinilah letak manfaat mempelajari dan menekuni sebuah bidang keilmuan.

Read More...

17 Juni 2009

7 Kesalahan dalam Mengerjakan Matematika

Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.


Belajar Matematika Belajar Menghafal ?


Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 5 x 5 =25. Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus. Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus trigonometri atau rumus-rumus integral. Ketika Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.

Nah, pada posting kali ini saya akan memberikan tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan siswa ketika mengerjakan soal matematika terutama ketika menghadapi ujian. Saya pilih siswa karena sebentar lagi siswa-siswi kelas XII akan menghadapi ujian nasional yang secara langsung menentukan masa depan mereka. Terlebih matematika masih dijadikan momok pelajaran yang menakutkan.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini diharapkan para siswa semakin tahu bagaimana seharusnya belajar matematika. Sehingga para siswa merasa asyik dan menikmati ketika belajar matematika. Dan tentu saja kesalahan-kesalahan ini tidak akan dilakukan. Berikut tujuh kesalahan yang dilakukan para siswa ketika belajar matematika atau ketika mau menghadapi ujian matematika.

1. Tidak Belajar Sama Sekali dan Terlalu Percaya Diri
Beberapa siswa sering merasa yakin dengan latihan-latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama seklai. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan siswa. Meskipun Anda cerdas dan pandai, namun alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena segala sesuatu bisa terjadi pada waktu ujian. Ingat kajinan juga berpengaruh terhadap keberhasilan Anda. SUKSES = RAJIN + CERDAS.

Selain itu, jika siswa tidak belajar sama sekali, maka segala cara kemudian ditempuh, misalnya: membuat contekan, mengandalkan teman sebelahnya atau mengisi jawaban apa adanya alias “ngawur”. Nah, kalau sudah begini sangat fatal. Ingat jika Anda ketahuna mencontek atau bekerja sama banyak kerugian yang akan Anda alami. Lebih baik persiapan belajar dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan Anda.

2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan
Seperti sudah saya jelaskan di atas, bahwa belajar matematika bukan belajar menghafal. Salah jika Anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak hal yang akan Anda temukan ketika latihan. Porsi untuk membaca dan latihan menurut saya adalah 20 % untuk membaca konsep dan 80 % untuk latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karen tidak akan membuat mahir atau terampil mengerjakan soal-soal matematika. Ingat soal-soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang berkaitan ketrampilan Anda menggunakan rumus, logika dan menyimpulkan sesuatu.

3. Tidak Teliti
Sayang benar jika Anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi Anda merasa kecewa karena setelah Anda keluar dari ruang ujian Anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban Anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada Anda.

Meskipun Anda pintar dan melakukan banyak persiapan, namun jika Anda tidak teliti juga akan percuma. Terlebih jika semua soal adalah soal pilihan ganda, yang ditentukan dengan jawaban benar atau salah saja. Fatal akibatnya jika Anda tidak teliti. Apakah Anda pernah mengalami seperti hal ini ?

4. Terburu-buru
Banyak siswa yang sering melakukan kesalahan ini. Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaiakan soal matematika dengan cepat dan ingin mendapat nilai maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?

5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri
Ketika Anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setipa nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.

6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi
Kecenderungan siswa dalam mengerjakan soal matematika biasanya cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal Anda sudah membuat kesalahan. Selain itu Anda akan cenderung emosi semisal Anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.

Sebaiknya, Anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut Anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan Anda bia mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?

7. Mengerjakan dengan Coba-coba dan Menghafalkan Rumus Praktis
Memang tidak salah jika Anda mengerjakan soal dengan coba-coba. Beberapa soal memang lebih cepat jika dikerjakan dengan coba-coba terutama untuk soal pilihan ganda. Misalnya soal, program linear, soal sistem persamaan linear dan lain-lain. Tetapi saran saya, sebaiknya Anda juga harus hati-hati dengan tipe-tipe soal seperti ini. Kadang-kadang juga ada soal yang bisa dikerjakan dengan coba-coba tetapi akhirnya menjebak Anda. Selain itu, ada soal dengan tipe ini yang dikerjakan lebih lama daripada dengan langkah-langkah biasa.

Saya tidak melarang Anda menggunakan rumus praktis atau cara cepat. Memang ada tipe soal yang dapat dikerjakan dengan rumus praktis. Tetapi perhatikan bahwa rumus prakits tidak berlaku untuk semua soal, hanya untuk soal dengan tipe tertentu saja.

Kiranya sudah terlalu banyak saya menuliskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerjakan soal terutama soal matematika dan beberapa saran untuk Anda. Saran saya dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya Anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapan Diri dengan Banyak Berlatih

Mungkin Anda memiliki kesalahan lain dan saran-saran lain silahkan Anda tuliskan pada kotak komentar di bawah ini. Tujuh di atas bukan angka keramat, hanya untuk mempermudah mengingat saja dan jika ada tambahan bisa menjadi delapan atau sembilan dan seterusnya.

Read More...

16 Juni 2009

Perbedaan Otak Kiri dan Otak Kanan

OTAK KIRI

OTAK KANAN

Intelek

Intuitif

Konvergen

Divergen

Intelektual

Emosional

Detail

Rasional

Verbal

Nonverbal

Horizontal

Vertikal

Konkret

Abstrak

Realistik

Impulsif

Diarahkan

Bebas

Diferensial

Eksistensial

Sekuensial

Multiple

Historikal

Tanpa batas waktu

Analitik

Sintesis / sensuous

Eksplisit

Implisit

Obyektif

Subyektif

Suksesif

Simultan

Dominan

Imaginatif

Duniawi

Artistik

Read More...

07 Juni 2009

Menyelesaikan Soal FISIKA tanpa Rumus

Kita dapat mengerjakan soal-soal tidak melalui rumus yang kita hafal. Tetapi kita dapat mengembangkan sendiri rumus itu melalui satuan atau dimensi yang kita ketahui. Sehingga kita tidak harus hafal rumus-rumus itu. Semua satuan tersebut harus kita ketahui dimensinya. Dengan cara ini kita dapat menulisnya sesuka hati kita. Ada beberapa satuan yang harus kita hafalkan pengembangannya, yaitu:

1. Newton (N)

F = m x a

N = kg x m/s2 --> MLT-2

2. Joule (J)

W = F x s

J = N x m

= kg.m/s2 x m

= kg.m2/s2 --> ML2T-2

3. Watt








4. Pascal (Pa)



Ketentuan yang harus diperhatikan:

a) Satu besaran dianggap satu satuan. Jabarkan dengan dimensi M, L, T

b) Yang paling banyak dimensinya diletakkan di sebelah kiri sama dengan

c) Sesuaikan dimensi / satuan kilogram

d) Sesuaikan dimensi / satuan detik

e) Sesuaikan dimensi / satuan meter


Contoh soal

1. Sebuah bejana massanya 500 gram. Apabila massa jenis kuningan adalah 500 kg/m3, maka volume bejana adalah……..

a. 0,001 m3 b. 0,1 m3 c. 1 m3 d. 5 m3

Jawab

Massa = 500 gram = 0,5 kg

Massa jenis = 500 kg/m3

Volume = …….. m3

kg/m3 = kg x 1/ m3

massa jenis = massa /volume

volume = massa / massa jenis

= 0,05 / 500 = 0,001 m3

2. Seorang anak memanggul ransel seberat 70 N. Jika anak tersebut berjalan sejauh 1 km maka usaha yang dilakukan selama itu adalah ….

a. 700 J b. 1000 J c. 10.000 J d. 70.000 J

Jawab

Berat = 70 N = 70 kg.m/s2

Jauh = 1 km = 1000 m

Usaha = ……….. joule = ……. kg.m2/s2

kg.m2/s2 = kg.m/s2 x m

usaha = berat x jauh

= 70 x 1000 = 70.000 joule

3. Seorang pekerja mendorong balok kayu bermassa 15 kg dengan gaya 200 N sehingga balok berpindah sejauh 20 m. Jika ia melakukannya dalam waktu 20 s maka daya yang dikeluarkan orang tersebut adalah ….

a. 200 watt b. 3000 watt c. 40.000 watt c. 60.000 watt

Jawab

Massa = 15 kg

Gaya = 200 N = 200 kg.m/s2

Pindah = 20 m

Waktu = 20 s

Daya = …… watt = …….. kg.m2/s3

kg.m2/s3 = kg.m/s2 x 1/s x m

daya = gaya x pindah / waktu

= 200 x 20 / 20 = 200 watt


Text Box: Nb.  Massa tidak dipakai lagi

4. Sebuah mobil yang sedang melaju memiliki energi kinetik 50.000 J. Jika massa mobil 1 ton, maka kecepatanya adalah ....

a. 0,5 m/s b. 10 m/s c. 50 m/s d. 100 m/s

Jawab

EK = 50.000 J = 50.000 kg.m2/s2

Massa = 1 ton = 1000 kg

Kecepatan = ……. m/s


kg.m2/s2 = kg x (m/s)

Text Box: Nb.  Energi kinetik = ½ mv2

Sehingga kg.m2/s2 = ½ x kg x (m/s)2

EK = ½ x massa x kecepatan2




5. Sebuah koin tenggelam dalam suatu danau pada kedalaman 15 m. Jika massa jenis air 1000 kg/m3, maka tekanan hidrostatis yang dialami koin adalah .... (g = 10 m/s2)

a. 15 Pa b. 15 kPa c. 150 Pa d. 150 kPa

Jawab

dalam = 15 m

massa jenis = 1000 kg/m3

gravitasi = 10 m/s2

tekanan = ……… Pa = ……… kg/m.s2

kg/m.s2 = kg/m3 x m/s2 x m

tekanan = massa jenis x gravitasi x dalam

= 1000 x 15 x 10

= 150.000 Pa = 150 kPa

Read More...

06 Juni 2009

Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

Seseorang yang ‘hebat’ secara akademis, pada umumnya sangat kuat dalam logika, kata, daftar, angka, linieritas, analisis, dan sejenisnya. Menurut Tony Buzan (Use Your Head: 1993): hasil aktivitas otak kiri manusia.

Adapun otak kanan lebih berkaitan menangani irama, imajinasi, warna, angan-angan, kesadaran ruang, gambaran menyeluruh dan dimensi. Belakangan berkumandang anjuran, jangan hanya memanfaatkan otak kiri, otak kanan juga dong.

Konon, para ilmuwan hebat memanfaatkan otak kiri. Para seniman kuat di otak kanan. Mana tahu, Sampeyan hebat memanfaatkan otak kiri, canggih membedayakan otak kiri. Piawai menghitung fulus fasih berimajinasi. Mana tahu lho.

Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing2 dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya. Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan. Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta.

Dikarenakan kedua kecenderungan berpikir ini, baik dengan otak kanan maupun dengan otak kiri merupakan ciptaan Allah, maka ada baiknya kita masing2 membuka diri untuk menyelami dan menghayati keperbedaan ini, dengan sikap yang positif.

Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:
Otak kanan -- KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal

Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier

Dari penjabaran diatas, kita dapat simpulkan betapa perbedaan “bahasa” diantara kedua sisi otak kita adalah tidak sama. Seorang yang memilih jurusan, profesi atau pekerjaan berdasarkan kemampuan otaknya dalam mencerna “bahasa” pikiran, tentunya telah terbiasa menggunakan bagian otaknya (kanan atau kiri) sehingga bagian tersebut lebih banyak berperan dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga adalah kurang tepat, bila serta merta seorang seniman musik dipaksakan bekerja untuk menghitung angka2, rumus2 dan analisa. Demikian juga sebaliknya, adalah kurang tepat bila serta merta seorang financial analisis dipaksakan bekerja untuk hal2 yang bebahasa symbol, imajinasi dan gambar abstrak.
Selayaknya kita menganggap kecenderungan ini bukan sebagai suatu kelemahan, tapi justru menjadi suatu kelebihan pada tiap individu. Kelebihan yang bila diolah dengan baik akan menghasilkan KEKUATAN dalam diri individu itu sendiri. .

Bayangkan bila kedua kekuatan ini dapat digunakan secara adil, seimbang dan harmonis dalam suatu frame kehidupan atau kemitraan, akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa, karena tentunya bisa saling mengisi dan saling melengkapi. Penyeimbangan antar kedua fungsi otak kanan dan kiri inilah yang akan memberikan kontribusi pemikiran yang lebih baik daripada pemikiran yang hanya condong pada satu sisi otak saja. Namun sebagai individu yang berbeda, tentunya kendala2 pemahaman “bahasa otak” akan sedikit mengalami adaptasi, dan hal ini dapat diatasi bila kedua pihak saling bertoleransi dan berpikiran positif.

Read More...

05 Juni 2009

DAFTAR PENGAJAR

Para pengajar berkualitas dari perguruan tinggi berkualitas, antara lain:

  1. Didik Wahyudi (S2 - T. Nuklir - MSTE UGM Yogyakarta)
  2. Jum'atin Nabawiyah (S1 - Administrasi Negara - Univ. Hang Tuah Surabaya)
  3. Ni'matul Izzah (S1 - Univ. Negeri Malang)
  4. M. As'adul Anam (S1 - Manajemen STIESIA Surabaya)
  5. Wilda Mahmudah (S2 - Matematika ITS Surabaya)
  6. Vicky Firmansyah (S1 - Pertanian Univ. Brawijaya Malang)
  7. Arif Nur Ikhsan (S1 - Statistika ITS Surabaya)
  8. Lilik Nasukhah (S1 - Kimia Univ. Brawijaya Malang)
  9. Lenny Setyowati (Bahasa Inggris BEC Kediri)
  10. Hidayatul Hikmawati (S2 - Matematika ITS Surabaya)
  11. Via Elsa Kahar (S1 - Matematika ITS Surabaya)
  12. Moh. Hamsah (D3 - T. Informatika ITS Surabaya)
  13. Nisa'atul Musyayadah (S1 - Matematika STAI Qomaruddin Bungah)
  14. Linda Rahmawati (S1 - Matematika STAI Qomaruddin Bungah)
  15. Heni Elvira Wahyuni (S1 - Matematika STAI Qomaruddin Bungah)
  16. Musthofa Rosyidi (Bahasa Inggris BEC kediri)
  17. M. Nanang Muhsinin (S1 - T. Industri ITS Surabaya)

Read More...